Tulungagung,

Thursday, March 8, 2012

Jangan "sembunyikan"kebenaran SEJARAH



Berbicara SH "Setia Hati" hampir semua orang tidak asing lagi, tapi hampir semua orang pun tidak MENGENALNYA lebih dalam. Apa yang di dengar dan dilihat tentang SH "Setia Hati" sebatas pada berbagai bentuk gambar GRAVITY di tembok tembok yang di kreasikan oleh tangan tangan "ENTAH SIAPA" dengan rasa sense of belonging atau loyalitas dan kebanggaan karena menjadi bagian dari kumpulan yang MELEGENDA dan cukup "DISEGANI" dalam rimba persilatan indonesia . Kita belum berbicara secara fokus pada masing masing SEMPALAN "SH" yang ada, kita berbicara secara umum saja.
Di Jawa Timur ,khususnya daerah pesisir pantai selatan hingga ke wilayah pertengahan jawa timur, berbicara SH" Setia Hati" pasti yang akan muncul adalah Setia Hati dengan lambang hati bertepi merah bersinar dengan bunga Terate.Ironisnya, jika ada "kerusuhan" , Perkelahian, nama yang muncul di masyarakat pun adalah SH " setia Hati" . Orang akan ngomong " oo. itu anak anak SH. Maklum dan ini yang perlu di ketahui oleh masyarakat awam adalah, jika kita mengatakan SH ,berarti memukul sama rata semua sempalan SH yang ada, yaitu, Terate,Tunas Muda dan PSH. Sedangkan Pelakunya bukan semuanya itu.
Sekarang Kalimat kalimat seruan dan makian dengan kata kata kotor ,dimana mana senantiasa mengikuti SH. Graviti dan lukisan lukisan di tembok tembok itu kini telah lengkap sudah dengan cercaan masyarakat tentang SH. Mengelus dada dan Trenyuh atas kenyataan yang ada ini ...
Masyarakat tidak mau tahu , pokoknya SH. padahal seharusnya di perjelas dan diperlengkap SHnya ,SH apa ? nah itu dia .
Lebih Ironis lagi, adalah kita sendiri sebagai PELAKU dan bagian dari organisasi ,juga kurang mengerti tentang SH itu apa ? Pencak SH itu seperti apa ? ke-SH an itu yang bagaimana ? , kita hanya PERCAYA DIRI bahwa kita SH a, dia SH b, , dan kita hanya berpuas diri dengan DOKTRIN ,terlebih sejarah perjalanan SH pun kita tidak menyadari bahwa masih simpang siur,dimana kebenarannya .
Tidak tergerak kah hati kita yang telah menyatakan diri memiliki SETIA HATI sejak di sumpah dengan cara sumpah menurut aturan organisasi dan rumpun masing masing , untuk mengembalikan CITRA DIRI pencak Setia Hati ? padahal kita selalu mengatakan , apa yang telah kita dapat ini adalah peninggalan adiluhung dari leluhur.
Saudaraku..selama ini kita kemana saja ?

(Team setiahatiblogspot )



Thursday, December 1, 2011

POLRES TULUNGAGUNG DAN 12 PIMPINAN PERGURUAN PENCAKSILAT GELAR MOU


12 perguruan pencak silat di kabupaten Tulungagung menanda tangani nota kesepahaman untuk mencegah tawuran antar perguruan.

Penanda tanganan islah yang dilakukan di mapolres Tulungagung, Rabu siang di hadiri seluruh MUSPIDA termasuk Bupati Heru Cahyono, Ketua DPRD Tulungagung dan DANDIM 0807 Tulungagung.

Ini dilakukan guna mengakhiri kejadian tawuran antar perguruan pencak yang sering terjadi di kabupaten Tulungagung maupun kejadian serupa di Jombang pada 13 November 2011 lalu.

Kepada seluruh pimpinan perguruan pencak silat kapolres Tulungagung AKBP Agus Wijayanto menekankan, agar mampu menjaga stabilitas keamanan di Tulungagung.

Hal senada dikatakan Bupati Tulungagung, Ir. Heru Tjahjono, diharapkan seluruh warga tidak mudah diadu domba terlebih dengan isu perang antar perguruan pencak silat.

Tuesday, November 29, 2011

Kekuatan PERSAUDARAAN


Apa yang menarik dari PERSAUDARAAN ? apa yang dicari cari dari PERSAUDARAAN ? PERSAUDARAAN seperti apakah itu ? sederhana saja,SAUDARA pasti lebih dekat daripada sebatas teman atau sahabat. Tentu rasa simpati dan empati dalam hubungan SAUDARA itu melebihi hanya sebatas teman atau sahabat. Apakah memang demikian ? apakah memang ada bedanya antara hanya sebatas menjadi Teman,sahabat dan Saudara ?Apakah tidak ada rasa rela berkorban jika hanya sebatas teman atau sahabat ? atau tidak kah ada rasa memiliki jikalau hanya sebatas sahabat ? (*bersambung )

Monday, April 12, 2010

Ketika pesilat diatas angin

Saya menulis artikel ini saat kondisi Psikis dalam keadaan labil.Kesabaran saya sedang di uji,tapi saya berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan diri dari ego,melihat lebih luas pada hamparan pemikiran yang realistis.Saya yang sampai hari ini meyakini falsafah sesepuh SH :Sekeras-kerasnya hati dan pribadi seseorang akan luluh juga jika dihadapi dengan kelembutan dan kasih sayang.
Tapi dimanakah falasafah ini sekarang berada ?di dalam hati sering datang dan pergi,Nafsu ingin membunuh sering …karena kenyataan dalam hidup ini.kalau tidak diserang yang diserang,kalau menghindar itu butuh kesabaran,kalau tidakmenghindar pasti akan berlawanan……sebenarnya sikap seperti apa yang paling bijaksana sebagai seorang pesilat ketika menghadapi setiap permasalahan ?

Tanpa mengurangi rasa hormat saya, terhadap para pendahulu ilmu beladiri,serta apa yangdiajarkan mereka, saya mencoba menulis apa yang saya bisa artikan sampais aat ini. Lagipula, saya hanyalah manusia dalam perjalanan.
Pertama adalah saya sering kali mendengar banyak sekali ocehan gak jelas darit eman- teman saya, tentang gimana mereka bertahan kalau diserang. Dengan hormat terhadap kaum feminis, dan pemerhati kemanusiaan, perkelahian itutidak mengenal belas kasihan, perkelahian itu bukan kompetisi dengan segala aturan.
Perkelahian adalah dimana makhluk mengeluarkan insting dasar mereka untuk bertahan hidup, tidak ada lg batas halal atau haram,mereka akan mengoptimalkan seluruh potensi dirinya, untuk selamat.Bukan semata baku hantam bogem mentah, atau saling mengunci satu samalain.Bayangkan sebuah tusuk gigi pun bisa melukai atau membunuh orang bila ditancapkan di mata atau bagian tubuh yang lunak. Itulah , tentang tidak terbatasnya bentuk cara melawan. Melihat segalasituasi dan kondisi dan memanfaatkannya 100% demi kemenangan dan keselamatan nyawa. Tidak ada benar atau salah, tidak ada curang atau jujur, tidak ada pengecut atau pemberani. Bahkan menjadi cukup berani untuk jadi seorang pengecut demi menyelamatkan pantat(nyawa) kita yang berharga.
Saya pernah mendengar bahwa manusia yang diberi talenta untuk berlidah tajam, akan menyerang dengan kata- kata pedasnya, lalu mereka berharap bahwa orang akan takluk setelah itu. Dengan hormat,kepada semua orang yang merasa bacotnya dapat menaklukkan orang cuma karena orang yang dibacotin tidak membalas,faktanya kata- kata hanya akan melukai emosional. Apapun sumpah serapah yang diberikan, tidak akan merubah status apapun. Mereka yang berlidahtajam akan mudahditaklukkan dan dibunuh, seperti rezim membungkam para demonstran.Karena pada dasarnya mereka membatasi instrumen bertahan dirinya, dan merasa orang yang bungkam tidak mampu mencelakakan mereka.Percayalah,saat tidak ada batasan hukum yang bisa melindungi orang- orang berlidah tajam, maka tak lebih dari krim yang dengan mudah dihancurkan. Jangan dorong orang ke titik itu.
Seorang dapat dengan mudah, dengan sombongnya menyuguhkan bentuk- bentuk indah dari beladiri, tp tanpa kejujuran, dan keefektifan, semua hanyalah omongkosong. Efektif dan jujur dalam bergerak, jangan berlebihan,janganterburu- buru, jangan aneh- aneh, selesaikan secepatnya, janganmembuat terlalu banyak bunga, ini bukan kontes keindahan. Bukan lg benar atau salah, tapi tepat atau tidak tepat. Lihat siapa musuhnya, dan taklukkan dengan segala cara.
Mengapa beladiri itu bukan kompetisi? karenatidak ada kejujuran dalam kompetisi, pada satu titik beladiri harus mematikan lawan dengan cara apapun juga. Dengan kompetisi dan aturan,inti sari dari mengoptimalkan segala kemampuan menjadi hilang. Apakah mungkin untuk melakukan aksi menggigit bila sudah dalam posisi terkunci dalam kompetisi, atau menusuk mata dan hal lain yang sifatnya mematikan dalam sebuah iklim perlombaan ?
Orang yang hidup dalam jalan beladiri mengerti bahwa mereka tidak boleh, tidak bisa dan tidak akan pernah membuka celah untuk serangan pada dirinya.Mereka secara rutin akan selalu memeriksa dirinya dan mencoba meningkatkan kefektifandirinya. Mereka tidak akan memancing sebuah permusuhan, karena mengerti bahwa hal kecil akan bisa berkembang menjadibesar, sehingga berpeluang untuk menjadi maut untuk dirinya. Merekatidak berteman, tidakberistri, tidak berhubungan dengan individu lainselain dirinya dantidak menciptakan keterikatan pada apapun, karena sadar bahwa setiap ikatan dapat mencelakakan orang lain maupun dirinya.Sebagai contoh,mungkinkah seratus persen mengoptimalkan pertahanan diri, saat pikiran terpecah antara melindungi diri, atau melindungi yang disayangi.
Hidup di jalan beladiri berarti 100% mengabdikan diri, segenap jiwa dan raga pada jalan ini. Seumur hidup mengasah diri.